🐂 Siapakah Guru Pertama Al Ghazali Di Bidang Tauhid
KH.R. Ahmad Dimyati lahir pada 10 Januari 1910 di Babakan Ciparay, Kewedanaan Tegalega, Bandung. Sekarang daerah ini resmi menjadi wilayah kota Bandung. Pengabdian Dimyati dalam bidang pendidikan membuatnya terjun dan berkiprah sebagai pengajar di berbagai sekolah Islam. Menurut Budi Sujati dalam bukunya Sejarah Perkembangan Nahdlatul Ulama di
Ibnu Sina banyak memiliki karya tulis. Ada pendapat yang menyatakan bahwa karya tulisnya mencapai dua ratus buku. Sebagian pakar lainnya menyatakan bahwa karya tulisnya sekita seratusan Di antara karya-karya Ibnu Sina Kitab Al Syifa Obat berupa ensklopedi filsafat; kitab AlQanun Fi alThib Praktek Kedokteran di bidang kedokteran; Kitab alNajah Keberhasilan ringkasan dari alSyifa dalam hal ketuhanan, logika dan ilmu alam serta karya-karya tulis lainnya. Akhir Ibnu Sina Kehidupan Ibnu Sina penuh dengan aktifitas dan kerja keras sehingga suatu hari ia terkena penyakit maag akut yang sudah tidak dapat diobati lagi. Di hari-hari menjelang wafatnya ia selalu memakai pakaian putih, mensedekahkan hartanya kepada fakir miskin, memerdekakan budak serta giat beribadah kepada Allah Swt. Ia wafat pada tahun 428H/1037M di usia 58 tahun. VI. Proses Pembelajaran a. Persiapan 1 Guru mengucapkan salam dan berdoa bersama. 2 Guru memeriksa kehadiran, kerapian berpakaian, posisi tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran. 3 Guru memotivasi peserta didik dengan kegiatan yang ringan, seperti cerita motivasi. 4 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran. 5 Guru mengajukan pertanyaan secara komunikatif tentang materi sebelumnya dan mengaitkannya dengan materi keteladanan al-Ghazali dan Ibnu Sina 6 Beberapa alternatif media/alat peraga/alat bantu bisa berupa tulisan manual di papan tulis, kertas karton tulisan yang besar dan mudah dilihat/dibaca atau bisa juga menggunakan multimedia berbasis ICT atau media lainnya. 7 Metode yang digunakan adalah gallery work atau pameran berjalan. Metode ini bertujuan membangun kerjasama kelompok cooperative learning, siswa akan saling memberikan koreksi dan apresiasu dalam belajar. Metode ini dapat dikolaborasikan dengan metode diskusi. b. Pelaksanaan 1 Guru meminta siswa untuk mengamati gambar yang ada di kolom “Mari mengamati”. 2 Siswa mengemukakan pendapatnya tentang hasil pengamatannya tentang gambar tersebut. 3 Guru memberikan penjelasan tambahan dan penguatan terhadap hasil pencermatan pengamatan siswa. 4 Guru meminta kembali siswa untuk mengamati gambar yang ada yang ada di kolom “Mari Mengamati”. 5 Siswa mengemukakan pendapatnya tentang gambar tersebut. 6 Guru memberikan penjelaskan tambahan kembali dan penguatan yang dikemukakan siswa tentang isi gambar tersebut. 7 Siswa menyimak penjelasan guru atau mencermati gambar atau tayangan visual/film tentang keteladanan sifat alGhazali dan Ibnu Sina, secara klasikal atau individual. 8 Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok sesuai dengan keadaan kelas. 9 Guru memberikan kertas plano atau flip cart kepada masing-masing kelompok. 10 Guru menentukan tema atau topik pembahasan bagi masing-masing kelompok. 11 Siswa mendiskusikan tema atau topik yang sudah ditentukan 12 Siswa menempel hasil kerja kelompoknya di media tempel dinding 13 Masing-masing kelompok berputar mengamati hasil kerja kelompok lain 14 Salah satu wakil kelompok menjelaskan setiap apa yang ditanyakan oleh kelompok lain. 15 Guru dan siswa melakukan koreksi bersama-sama 16 Guru mengklarifikasi dan menyimpulkan materi pembelajaran. 17 Guru membimbing peserta didik untuk membaca kisah “kegigihan Ibnu Sina belajar filsafat”. 18 Siswa mengemukakan pendapatnya tentang hikmah dari kisah “kegigihan Ibnu Sina belajar filsafat”. 19 Guru memberikan penjelasan tambahan dan penguatan terhadap kisah tersebut. 20 Guru dan siswa menyimpulkan intisari dari pelajaran tersebut sesuai yang terdapat dalam buku teks siswa pada kolom rangkuman. 21 Pada kolom “Ayo Berlatih”, guru a. meminta peserta didik untuk mengerjakan bagian pilihan ganda dan uraian. b. membimbing peserta didik untuk mengamati dirinya sendiri tentang perilaku-perilaku yang mencerminkan orang yang meneladani sifat al-Ghazali dan Ibnu Sina di lingkungannya Kolom tugas. VI I. Penilaian Guru melakukan penilaian terhadap peserta didik dalam a. Pengamatan diskusi. No. Nama siswa Aspek yang dinilai Skor Maks. Nilai Ketuntasan Tindak Lanjut 1 2 3 T TT R P 1 Aspek dan rubrik penilaian 1. Kejelasan dan kedalaman informasi. a. Jika kelompok tersebut dapat memberikan kejelasan dan kedalaman informasi lengkap dan sempurna mengenai biografi al-Ghazali dan Ibnu Sina, skor 30. b. Jika kelompok tersebut dapat memberikan penjelasan dan kedalaman informasi lengkap dan kurang sempurna mengenai biografi al-Ghazali dan Ibnu Sina, skor 20. c. Jika kelompok tersebut dapat memberikan penjelasan dan kedalaman informasi kurang lengkap mengenai biografi al-Ghazali dan Ibnu Sina, skor 10. 2. Keaktifan dalam diskusi. a. Jika kelompok tersebut berperan sangat aktif dalam diskusi mengenai biografi al-Ghazali dan Ibnu Sina, skor 30. b. Jika kelompok tersebut berperan aktif dalam diskusi mengenai biografi al- Ghazali dan Ibnu Sina, skor 20. c. Jika kelompok tersebut kurang aktif dalam diskusi mengenai biografi al-Ghazali dan Ibnu Sina, skor 10. 3. Kejelasan dan kerapian presentasi. a. Jika kelompok tersebut dapat mempresentasikan dengan sangat jelas dan rapi mengenai biografi al-Ghazali dan Ibnu Sina, skor 40. b. Jika kelompok tersebut dapat mempresentasikan dengan jelas dan rapi mengenai biografi al-Ghazali dan Ibnu Sina, skor30. c. Jika kelompok tersebut dapat mempresentasikan dengan sangat jelas dan kurang rapi mengenai biografi al-Ghazali dan Ibnu Sina, skor 20. d. Jika kelompok tersebut dapat mempresentasikan dengan kurang jelas dan b. Kolom “Ayo Berlatih” 1 Kolom pilihan ganda dan uraian. a Pilihan ganda jumlah jawaban benar x 1 maksimal 10 x1 = 10. b Uraian Guru meminta siswa memberi tanda silang X pada huruf a, b, c, d atau e, pada jawaban yang paling benar ! 1. Imam al-Ghazali dilahirkan di kota a. Yerusalem b. Thus c. Taheran d. Cairo e. Palestina 2. Siapakah guru pertama al-Ghazali di bidang tauhid… a. Al Juwaini b. Washil bin al Atha c. Abu Hasan al Asy’ari d. Ali al Juba’i e. Qadhi Abdul Jabbar 3. Ayah al-Ghazali adalah seorang tokoh… a. hadis b. fikih c. ushul Fikih d. tasawuf e. bahasa Arab 4. Apa yang dilakukan oleh al-Ghazali saat pindah dari Baghdad menuju Damaskus… a. menuntut ilmu b. mencari nafkah c. menjadi menteri d. melakukan I’tikaf 5. Karya al-Ghazali yang paling monumental… a. Ihya Ulumuddin b. Mi’yar al ’ilmi c. Tahafut al Falasifah d. Arba’in fi Ushuluddin e. Qowaid al’Aqa’id 6. Ibnu Sina dilahirkan di kawasan… a. Persia b. Bukhara c. Cairo d. Fes e. Khourtom 7. Di usia berapakah Ibnu Sina telah menghapal al Qur’an… a. 7 tahun b. 9 tahun c. 10 tahun d. 16 tahun e. 17 tahun 8. Di usia 16 tahun Ibnu Sina sudah menjadi… a. guru b. ulama c. filosof d. psikiater e. dokter 9. Seorang penguasa Bukhara yang disembuhkan oleh Ibnu Sina bernama... a. Jengis Khan b. Nuh ibn Manshur c. Yazid bin Muawiyah d. Muhammad II e. Musa bin Nushair 10. Karya Ibnu Sina yang berupa ensklopedi di bidang kedokteran. a. Kitab alNajah b. AlQanun Fi alThib c. AlSyifa d. AlDawa’ e. AlDa’ b Uraian Siswa menjawab pertanyaan berikut dengan singkat dan tepat! 1. Jelaskan secara singkat sosok ayah al-Ghazali! 2. Jelaskan petualangan al-Ghazali dalam menuntut ilmu ! 3. Apa yang dilakukan oleh al-Ghazali di Nidzamiyah? 4. Apakah judul karya al-Ghazali yang menolak filsafat? 5. Di mana dan kapan al-Ghazali wafat ! 6. Sebutkan nama lengkap Ibnu Sina ? 7. Gelar apakah yang diberikan kepada Ibnu Sina? 8. Penyakit apa yang diderita Ibnu Sina sebelum wafat ! 9. Apakah Julukan untuk Ibnu Sina di barat ? 10. Di usia berapa dan kapan Ibnu Sina wafat ? Rubrik Penilaian No. Soal Rubrik penilaian Skor 1 a. Jika siswa dapat menjelaskan perjalanan hidup al-Ghazali dengan lengkap dan sempurna, skor 6. b. Jika siswa dapat menjelaskan perjalanan hidup al-Ghazali dengan lengkap dan kurang sempurna, skor 4. c. Jika siswa dapat menjelaskan perjalanan hidup al-Ghazali dengan tidak lengkap, skor 2. 6 2 a. Jika siswa dapat menjelaskan perjalanan hidup ayah al- Ghazali dengan lengkap dan sempurna, skor 10 b. Jika siswa dapat menjelaskan perjalanan hidup ayah al- Ghazali dengan lengkap dan kurang sempurna, skor 5 c. Jika siswa dapat menjelaskan perjalanan hidup al- Ghazali dengan tidak lengkap, skor 2. 3 a. Jika siswa dapat menjelaskan guru-guru al-Ghazali dengan lengkap dan sempurna, skor 6. b. Jika siswa dapat menjelaskan guru-guru al-Ghazali dengan lengkap dan kurang sempurna, skor 3 c. Jika siswa dapat menjelaskan perjalanan hidup al- Ghazali dengan tidak lengkap, skor 2. 6 4 a. Jika siswa dapat menjelaskan ilmu pengetahuan yang dikuasai al-Ghazali dengan lengkap dan sempurna, skor 6. b. Jika siswa dapat menjelaskan ilmu pengetahuan yang dikuasai al-Ghazali dengan lengkap dan kurang sempurna, skor 3 6 5 a. Jika siswa dapat menyebutkan karya-karya al-Ghazali dengan lengkap dan sempurna, skor 6. b. Jika siswa dapat menyebutkan karya-karya al-Ghazali dengan lengkap dan kurang sempurna, skor 3 c. Jika siswa dapat menyebutkan karya-karya al-Ghazali dengan tidak lengkap, skor 2. 6 6 a. Jika siswa dapat menyebutkan nama lengkap Ibnu Sina dengan lengkap dan sempurna, skor 10 b. Jika siswa dapat menyebutkan nama lengkap Ibnu Sina dengan tidak lengkap , skor 5 10 7 a. Jika siswa dapat menjelaskan biografi Ibnu Sina dengan lengkap dan sempurna, skor 10 b. Jika siswa dapat menjelaskan biografi Ibnu Sina dengan tidak lengkap , skor 5 10 8 a. Jika siswa dapat menceritakan keberadaan Ibnu Sina di pasar loak dengan lengkap dan sempurna, skor 10 b. Jika siswa dapat menceritakan keberadaan Ibnu Sina di pasar loak dengan tidak lengkap , skor 5 10 9 a. Jika siswa dapat menceritakan akhir kehidupan Ibnu Sina dengan lengkap dan sempurna, skor 10 b. Jika siswa dapat menceritakan akhir kehidupan Ibnu Sina dengan tidak lengkap , skor 5 10 Nilai Jumlah skor yang diperolehpilihan ganda dan Isian x 100 90 3 Tugas. Skor penilaian sebagai berikut. a. Jika peserta didik dapat mengumpulkan tugas tepat pada waktu dan perilaku diamati serta alasannya benar, nilai 100. b. Jika peserta didik dapat mengumpulkan tugasnya setelah waktu yang ditentukan dan perilaku yang diamati serta alasannya benar, nilai 90. c. Jika peserta didik dapat mengumpulkan tugasnya setelah waktu yang ditentukan dan perilaku yang diamati serta alasannya sedikit ada kekurangan, nilai 80. Catatan Selain diberikan tugas sesuai dengan yang ada di buku siswa, peserta didik juga diberikan tugas tidak terstruktur berupa portofolio. Mengetahui, ...,...20... Guru Agama Islam Orang Tua/Wali Siswa ... ... • Setiap karya siswa sesuai kompetensi dasar yang masuk dalam daftar portofolio dikumpulkan dalam satu berkas tempat untuk setiap peserta didik sebagai bukti pekerjaannya. Skor untuk setiap kriteria menggunakan skala penilaian 0-10 atau 0-100. Semakin baik hasil yang terlihat dari tulisan peserta didik, semakin tinggi skor yang diberikan. Kolom keterangan diisi dengan catatan guru tentang kelemahan dan kekuatan tulisan yang dinilai. Nilai akhir yang diperoleh oleh peserta didik adalah sebagai berikut. a. Rata-rata dari jumlah nilai pada kolom 1 kolom centang dan menyebutkan contoh ketentuan ¡alat berjama’ah dan kolom diskusi x 30 %. b. Jumlah nilai rata- rata pada kolom “Ayo berlatih” Pilihan ganda /uraian dan tugas x 30 %. c. Jumlah nilai pada kolom praktik ¡alat berjamaah x 40%. Nilai akhir = nilai a + nilai b + nilai c Kunci jawaban Penerapan Kebijakan guru. II. Pilihan ganda 1. B 2. A 3. D 4. D 5. A 6. B 7. C 8. E 9. B 10. C III. Uraian 1. Ayahnya seorang sufi yang sangat wara’ yang hanya makan dari penghasilan yangdihasilkan oleh jerih payahnya 2. Pendidikan awal Al-Ghazali di Thus lalu ia melanjutkan belajar ke Jurjan di bidang hukum kepada Abu Nasr al Ismaili1015-1085 M. Pada usia 20 tahun ia pergi ke Nisabur untuk mendalami ilmu fikih dan tauhid kepada al Juwaini1028-1085 yang kemudian menjadi asistennya. Selain belajar fikih dan tauhid. Ia juga melakukan praktek tasawuf dibimbing oleh Abu Ali al-Farmadzi w. 1084 yang menjdi murid Imam Qusyairi 986-1072 M. Pada tahun 1091 M ia diundang oelh Nidzam al-Mulk 1063-1092 M untuk menjadi guru besar di Nidzamiah, Baghdad Dari sinilah kemudian ia mulai dikenal dan memiliki posisi yang tinggi. 3. Menjadi guru besar 4. Tahafut al Falasifah 5. Ia wafat pada tahun 505 H/1111 M di Thus dalam usia lima puluh lima tahun. 6. Nama lengkapnya Abu Ali al Husayn ibn Abdullah ibn Hasan ibn Ali ibn Sina 7. Bergelar “AlSyaikh AlRa’is”. 8. Ia terkena penyakit maag akut yang sudah tidak dapat diobati lagi. 9. Avicena IV. Tugas Kebijakan guru. Saran Guru harus kreatif mengembangkan soal berikut rubrik dan penskorannya sesuai dengan kebutuhan peserta didik dengan mengikuti langkah-langkah yang ada. Peserta didik yang sudah menguasai materi mengerjakan soal pengayaan yang telah disiapkan oleh guru berupa pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan menelaani keutamaan sifat al-Ghazali dan Ibnu Sina. Guru mencatat dan memberikan tambahan nilai bagi peserta didik yang berhasil dalam pengayaan. IX. Remedial Peserta didik yang belum menguasai materi akan dijelaskan kembali oleh guru materi tentang “Meneladani keutamaan sifat al-Ghazali dan Ibnu sina”. Guru akan melakukan penilaian kembali lihat point 7 dengan soal yang sejenis. Remedial dilaksanakan pada waktu dan hari tertentu yang disesuaikan contoh pada saat jam belajar, apabila masih ada waktu, atau di luar jam pelajaran 30 menit setelah jam pelajaran selesai. X. Interaksi Guru Dengan Orang Tua Guru meminta peserta didik memperlihatkan kolom “Ayo Berlatih” dalam buku teks kepada orang tuanya dengan memberikan komentar dan paraf. Cara lainnya dapat juga dengan mengunakan buku penghubung kepada orang tua yang berisi tentang perubahan perilaku siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran atau berkomunikasi langsung baik langsung, maupun memalui telepon, tentang perkembangan perilaku anaknya. BAB VI AKHLAK TERPUJI I. Kompetensi Inti KI Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli gotong royong, kerjasama, toleran, damai, santun, responsive dan pro aktif, dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam, serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. Mencoba, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan factual, konseptual, prosedural dan metagoknitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan procedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah. Mengolah, menalar, menyaji dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan. II. Kompetensi Dasar KD Menghayati pentingnya nilai-nilai positif pada kompetisi dalam kebaikan fastabiqul Khairat, optimis, dinamis, inovatif dan kreatif. Membiasakan berperilaku dengan semangat berkompetisi dalam kebaikan fastabiqul khairat, optimis, dinamis, inovatif dan kreatif. Menjelaskan pengertian dan pentingnya perilaku semangat berkompetisi dalam kebaikan fastabiqul khairat. Optimis, dinamis, inovatif, dan kreatif. Menunjukkan contoh perilaku berkompetisi dalam kebaikan fastabiqul khairat, optimis, dinamis, inovatif, dan kreatif. III. Tujuan Pembelajaran Setelah melaksanakan proses mengamati, menanyakan, menalar, mencoba dan mengkomunikasikan, diharapkan 1. Siswa dapat menjelaskan pengertian berkompetisi dalam kebaikan fastabiqul khairat, optimis, dinamis, inovatif dan kreatif 2. Siswa dapat menjelaskan pentingnya berperilaku kompetisi dalam kebaikan fastabiqul khairat, optimis, dinamis, inovatif dan kreatif 3. Siswa dapat menunjukkan contoh-contoh perilaku bekompetisi dalam kebaikan fastabiqul khairat, optimis, dinamis, inovatif dan kreatif. IV. Indikator Pencapaian 1. Menjelaskan pengertian berkompetisi dalam kebaikan fastabiqul khairat, optimis, dinamis, inovatif dan kreatif 2. Menjelaskan pentingnya berperilaku kompetisi dalam kebaikan fastabiqul khairat, optimis, dinamis, inovatif dan kreatif 3. Menunjukkan contoh-contoh perilaku bekompetisi dalam kebaikan fastabiqul khairat, optimis, dinamis, inovatif dan kreatif. V. Materi Pokok
Begitupula diantaranya bidang-bidang ilmu yang dikuasai imam al-Ghazali (ushuluddin) ushul fiqh, mantiq, filsafat, dan tasawuf. yang dimenangkannya ini, namanya semakin populer dan disegani karena keluasan ilmunya. Pada tahun 484 H/1091 M, Imam al Ghazali diangkat menjadi guru besar di madrasah Nidzhamiyah, ini dijelaskan dalam bukunya al
Imam Al-Ghazali adalah seorang filsuf Muslim Persia yang dikenal di dunia Barat abad pertengahan. Beliau juga dikenal dengan banyak karyanya yang memengaruhi sejarah peradaban Muslim dan pengaruhnya berdampak pada masa kini, siapakah Imam Al-Ghazali? Simak pembahasan di bawah lebih lanjut mengenai Imam Hidup Al-GhazaliImam Al-Ghazali memiliki nama lengkap Abu Hamid bin Muhammad bin Ahmad Al-Ghazali. Al-Ghazali lahir di kota kecil yang terletak di dekat Thus, provinsi Khurasan, Republik Islam Irak pada thun 450 H 1058 M.Nama Ghazali berasal dari ghazzal yang berarti tukang menenun benang, karena pekerjaan ayahnya adalah penenun benang wol. Sedangkan Ghazali juga di ambil dari kata Ghazalah yaitu kampung kelahiran Al-Ghazali dan nama inilah yang sering dikenal dengan Imam Al-Ghazali adalah tokoh sufi yang terkenal pada abad ke-5. Ayah juga menekuni sufi dan menjadi tasawuf yang hebat di Al-Ghazali mengenal tasawuf ketika sebelum ayahnya meninggal, karena dulu orang tuanya gemar mempelajari tasawuf. Ayahnya menitipkan Al-Ghazali kepada saudaranya yang bernama Ahmad, seorang sufi dengan tujuan utnuk mendidik dan membimbing Al-Ghazali dengan Pendidikan Al-GhazaliKarena Al-Ghazali sejak kecil memang senang mempelajari ilmu pengetahuan dan sudah belajar dengan beberapa guru di kota kelahirannya. Gurunya di antara lain bernama Ahmad Ibnu Muhammad Al tahun 465-470 H ketika Al-Ghazali berusia 15 tahun memutuskan pergi ke Mazardaran, Jurjan untuk melanjutkan studinya dalam bidang fiqh di bawah bimbingan Abu Nasr al-Ismaily selama 2 menamatkan studinya di Jurjan, pada usia ke 20 tahun Al-Ghazali melanjutkan pendidikannya ke madrasah Nizamiyah Nizabur dan berguru kepada Yusuf Al-Nassaj seorang pemuka agama yang terkenal dengan sebutan Immanuel Haramain ata Al-Juwayni Al-Haramain seorang ulama Syafi’iyyah beraliran Asy’ariyyah hingga pada usia 28 diberi gelar Bahrum Mughriq laut yang menenggelamkan. Al-Ghazali meninggalkan Naisabur setelah Imam Al Juwaini meninggal dunia pada tahun 478 H 1085 M, kemudian Ia mengunjungi Nizhdm al-Mar di kota Muaskar dan mendapatkan penghormatan yang besar sehingga diperbolehkan tinggal disana selama 6 tahun 1090 M Al Ghazali diangkat menjadi guru di Universitas Nizhfimiyah, Baghdad. Selain mengajar, Al Ghazali juga belajar filsafat secara otodidak, baik filsafat Yunani maupun filafat Islam, terutama pemikiran al-Farabi, Ibnu Sina dan Ikhwan terhadap filsafat terbukti pada Besar Al GhazaliKarya-Karya Imam Al-Ghazali masih belum disepakati berapa banyak jumlahnya, dalam Thasi Kubra Zadeh di dalam Miftah as-Sa’adah wa Misbah as-Syiyadah disebutkan karyanya mecapai 60 buah. Ada yang menyebut Al-Ghazali telah memiliki 999 buah tulisannya meliputi berbagai ilmu pengetahuan. Dan berikut adalah beberapa warisan dari karya ilmiah yang paling besar pengaruhnya terhadap pemikiran umat Islam Maqfishid Al Falisifah tujuan-tujuan pada filosofi adalah karangan pertama berisi masalah-masalah Al Faldsifah kekacauan pikiran para filosof yang dikarang ketika jiwanya dilanda keraguan-keraguan di Baghdad dan Al-Ghazali mengecam filsafat para filosof dengan Al Ilm kriteria ilmu-ilmu.Ibya Ulum Ad Din menghidupkan kembali ilmu-ilmu agama, merupakan karya terbesar selama beberapa tahun dalam keadaan berpindah-pindah antara Damaskus, Yerussalem, Hijfiz dan Thus yang berisi panduan antara fiqih, tasawuf, dan Munqidz Min Ad Dialfil penyelamat dari kesatuan, merupakan sejarah perkebangan alam pikiran Al Ghazali dan merefleksikan sikapnya terhadap beberapa maam ilmu serta jalan mencapai Malirif Al Aqliyyah pengetahuan yang rasional.Misykat Al Anwar lampu yang bersinar banyak, pembahasan akhlaq At Abidin mengabdikan diri pada Tuhan, merupakan bacaan mengeni beriman kepada Allah SWT semua ibadahnya dan amalannya hanya untuk Tuhan, karena itu cara untuk mendekatkan dirinya dengan sang Iqtishad fi Al I’tiqad moderasi dalam akidah mengikuti ajaran dalam agama dan kepercayaan Al Walad wahai anak mengajarkan tentang akhlak seorang anak dalam akidah Mustasyfa yang terpilih orang yang terpilih dalam organisasi dalam Al Awwam’an al Kalam perkataan Tuhan kepada manusia.Mizan Al Amal timbangan amal tentang akhlak amal tersebut menjadi objek penelitian bagi pelajar dan ahli-ahli mulai dari kalangan umat Islam maupun dari kalangan Masa Tua Al-Ghazali Hingga Akhir HayatKehidupan Al-Ghazali pada masa tuanya telah mantap menjadi seorang sufi. Keyakinan Al-Ghazali bahwa tasawuf adalah jalan terbaik yang akan mengantarkan pada kebenaran berhenti mengajar, Al-Ghazali kembali ke kota kelahirannya di Thus dan mendirikan sebuah halaoh sekolah khusu untuk calon sufi yang akan Al-Ghazali asuh sendiri sampai Ia wafat pada tanggal 14 Jumadil Akhir tahun 505 H 1111 M dalam usianya yang ke 55 tahun dengan meninggalkan beberapa anak wafat dalam keadaan ketika sedang mempelajari ilmu tentang tradisi. Tapi, sumber lain mengatakan, Al-Ghazali sedang mempelajari Shahih Bukhari dan Sunan Abu Daud. Dan meninggal dunia dalam keadaan memeluk kitab Sahih Bukhari.
Imamal Ghazali dalam perjalanan menuntut ilmunya mempunyai banyak guru, diantaranya guru-guru imam Al Ghazali sebagai berikut : 1. Abu Sahl Muhammad Ibn Abdullah Al Hafsi, beliau mengajar imam Al Ghozali dengan kitab shohih bukhori. 2. Abul Fath Al Hakimi At Thusi, beliau mengajar imam Al Ghozali dengan kitab sunan abi daud. 3.
Biografi Imam Al-Ghazali - Al Ghazali adalah seorang ulama besar Islam. Ia dijuluki hujjah alIslam. Ia dikenal sebagai ahli filsafat dan tasawuf dan memiliki banyak karya. Pemikirannya memiliki pengaruh yang besar pada perubahan dunia. Mari kita mengenal sedikit biografi singkat tentang Imam al-Ghazali. Sejarah Singkat Al Ghazali Al Ghazali memiliki nama asli Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Ahmad Ath-Thusi. Ia lahir di kota Thusi pada tahun 450 H. Ayahnya seorang sufi yang sangat wara’ yang hanya makan dari penghasilan yang dihasilkan oleh jerih payahnya. Di dalam doanya ia senantiasa meminta kepada Allah Swt agar dikaruniai seorang anak yang pandai dan shaleh dan akhirnya Allah Swt mengabulkan do’a nya dan meuncullah al-Ghazali menjadi seorang ahli fikih. Pendidikan awal Al-Ghazali di Thus lalu ia melanjutkan belajar ke Jurjan di bidang hukum kepada Abu Nasr al Ismaili1015-1085 M. Pada usia 20 tahun ia pergi ke Nisabur untuk mendalami ilmu fikih dan tauhid kepada al Juwaini1028-1085 yang kemudian menjadi asistennya. Selain belajar fikih dan tauhid. Ia juga melakukan praktek tasawuf dibimbing oleh Abu Ali al Farmadzi w. 1084 yang menjdi murid al Imam Qusyairi 986-1072 M. Pada tahun 1091 M ia diundang oelh Nidzam al Mulk 1063-1092 M untuk menjadi guru besar di Nidzamiah, Baghdad Dari sinilah kemudian ia mulai dikenal dan memiliki posisi yang tinggi. Keteladanan al-Ghazali Al Ghazali merupakan sosok yang sangat haus dengan ilmu pengetahuan. Berbagai ilmu pengetahuan ia pelajari seperti al-Quran, ushul fikih, ilmu kalam, filsafat, fikih dan ilmu-ilmu pengetahuan lainnya. Selain haus terhadap ilmu pengetahuan, ia juga haus untuk mendalami ruhani. Oleh karena itu ia meninggalkan kota Baghdad menuju Damaskus melakukan khalwat dan i’tikaf serta mengurung diri di menara masjid kota ini. Setelah itu ia pergi menuju Bait al-Maqdis untuk meneruskan khalwatnya lalu dilanjutkan dengan menunaikan ibadah haji. Karya-karya al-Ghazali Al-Ghazali banyak meninggalkan karya tulis. Menurut penelitian terdapat sekitar 72 karya tulis dan salah satu karya yang paling monumental adalah ”Ihya Ulumuddin” menghidupkan kembali ilmu-ilmu religius yang banyak dijadikan rujukan dalam hal mempelajari ilmu Tasawuf. Karya al Ghazali di bidang filsafat dan logika, adalah Mi’yar al-’ilmi Standar Pengetahuan, Tahafut al-Falasifah Kerancuan para filosof; dalam bidang akidah Arba’in fi Ushuluddin Empat Puluh Masalah di Bidang Prinsip-Prinsip Agama, Qowaid al-’Aqa’id Prinsip-Prinsip Keimanan, dan Al-Iqtishad fl al-I’tiqad Muara Kepercayaan; di bidang Ushul Fikih al- Mustashfa fi ’ilm al Ushul Intisari ilmu tentang Dasar-Dasar Ilmu Fikih; dalam bidang tasawuf Misykat al-Anwar Ceruk Cahaya-Cahaya dan lain-lain. Akhir kehidupan / Wafatnya al-Ghazali Pada masa akhir sisa hidupnya, al-Ghazali mendirikan madrasah di sebelah rumahnya untuk para penuntut ilmu dan tempat khalwat para sufi. Seluruh waktunya ia gunakan untuk membaca dan mengkaji al-Qur’an, mempelajari hadis serta mengajar. Ia wafat pada tahun 505 H/1111 M di Thusi dalam usia lima puluh lima tahun. Baca juga Biografi Singkat Ibnu Sina👈
Dalambidang akidah, NU mengikuti paham Ahlussunnah wal Jamaah yang dipelopori oleh Imam Abu al-Hasan Al-Asy'ari dan Imam Abu Mansur Al-Maturidi. 2. Dalam bidang fiqih, NU mengikuti jalan pendekatan (madzhab salah satu dari madzhab Imam Abu Hanifah an-Nu'man, Imam Malik bin Anas, Imam Muhammad bin Idris As-Syafi'i, dan Imam Ahmad bin
- Biografi Imam Al-Ghazali mempunyai nama lengkap Abu Hamid Ibn Muhammad Ibn Ahmad Al-Ghazali, ia adalah bapak tasawuf modern. Tokoh Islam yang lahir di daratan Iran ini sempat mempelajari ilmu tasawuf dan mengembangkannya. Al-Ghazali dilahirkan pada 1058 Masehi atau 450 Hijriah di Thus, Khurasan, Iran Sirajuddin, Filsafat Islam, 2007, hlm. 155. Terkait nama tokoh ini, diberikan sebagai bentuk pekerjaan ayah dan desa tempat kelahirannya. Ghazzali ternyata punya arti “tukang tenun atau tukang pintal benang”. Pekerjaan tersebut dilakukan oleh kedua orang tua Al-Ghazali. Sementara itu, desa Ghazali merupakan wilayah tempat pria ini dilahirkan. Keduanya diklaim memiliki hubungan dalam pemberian nama. Terlepas dari nama besarnya, bagaimana profil singkat Imam Al-Ghazali yang merupakan bapak tasawuf modern? Biografi Imam Al-Ghazali Al-Ghazali hidup bersama kedua orang tua dan satu saudara. Menurut situs Layanan Dokumentasi Ulama dan Keislaman, Al-Ghazali bersama saudaranya menjadi anak yatim sejak usia dini dan dititipkan kepada teman mendiang ayahnya. Lebih lanjut dari itu, mereka berdua pun dirawat dan diberikan ajaran oleh orang yang dititipkan. Kemudian, Al-Ghazali bersekolah di madrasah lantaran harta peninggalan ayahnya sudah tak mampu untuk menutupi kebutuhan. Hal ini dilakukan oleh tokoh tasawuf bersama saudaranya lantaran disuruh oleh pengasuh. Akhirnya, mereka menjalankan perintah tersebut dan memperoleh tambahan ilmu dari sana. Pendidikan Imam Al-Ghazali Sejak usia dini, Al-Ghazali sudah memperoleh ilmu fikih dari guru bernama Syaikh Ahmad bi Muhammad Ar Radzakani. Pelaran tersebut didapatkannya kala masih tinggal di daerah Khurasan. Setelah itu, pria ini pergi ke Jurjan. Di kota baru ini, ia mempelajari ilmu lain dengan guru yang namanya Imam Abi Nashr Al Isma’ili. Bukan hanya belajar, ternyata ia juga sempat menulis sebuah buku berjudul At Ta’liqat. Pendidikan di sana usai, Ghazali pulang ke kampung halamannya. Di sana, ia berguru mengemban lagi pelajran dari guru yang sebelumnya pernah mengajarnya. Setelah itu, pergi ke Kota Naisabur. Di tempat baru ini, ia memperoleh berbagai macam ilmu baru dari Imam Haramin Al Juwaini. Di antaranya ada ilmu fikih mazhab Syafi’i, perdebatan, ushul, hikmah, logika, khilaf, dan filsafat. Pekerjaan dan Wafatnya Berdasarkan catatan situs An Nur Lampung, Al-Ghazali sempat ditunjuk menjadi guru besar Madrasah Nizhamiyah, Baghdad. Bahkan, ia juga sempat diangkat sebagai rektor di universitas dengan nama yang sama. Kala menjabat di pekerjaan tersebut, terdapat hasil buku atau karya yang telah dibuatnya. Di antaranya berisi tentang fiqih, ilmu-ilmu kalam, Ismailiyah, filsafat, dan sanggahan terhadap aliran kebatinan. Setelah usai dari pekerjaan di kota tersebut, Al-Ghazali pindah ke Mekkah lalu pergi lagi ke Damaskus. Di tempat terkakhir ini, Ghazali menghabiskan waktu hanya untuk beribadah atau mengikuti jalan sufi. Selepas dari sana, ia kembali ke Baghdad untuk mengajar. Setelah itu, baru kembali lagi ke kampung halamannya dengan menjalankan profesi yang sama. Yunasril Ali dalam Perkembangan Pemikiran Falsafi dalam Islam 1991, hlm. 57, menyebut bahwa Al-Ghazali wafat pada 1111 Masehi atau 505 Hijriah. - Pendidikan Kontributor Yuda PrinadaPenulis Yuda PrinadaEditor Yulaika Ramadhani
- Իր тθլошոς
- Еφθц ևзաሢևዒибич եρυջаջи
- Կሊπա и
- Игаηы բаւуք բዚнուγ βոрирερխሑ
- Орի ωዛድኘилор
fitrahAl-Ghazali dan pemikiran fitrah para pemikir muslim. Secara sederhana fitrah dapat diartikn sebagai sifat asal, kesucian, bakat, pembawaan.2 Dalam Ensiklopedia di Islam fitrah berarti beriman, tauhid kepada Allah kepatuhan (Ad-Din). Manusia dilahirkan dalam keadaan fitrah, artinya dalam
I. Berilah tanda silang X pada huruf a, b, c, d atau e, pada jawaban yang benar! 1. Imam al-Ghazali dilahirkan di kota a. Yerusalem b. Thus c. Taheran d. Cairo e. Palestina 2. Siapakah guru pertama al-Ghazali di bidang tauhid… a. Al Juwaini b. Washil bin al Atha c. Abu Hasan al Asy’ari d. Ali al Juba’i e. Qadhi Abdul Jabbar 3. Ayah al-Ghazali adalah seorang tokoh… a. hadis b. fikih c. ushul Fikih d. tasawuf e. bahasa Arab 4. Apa yang dilakukan oleh al-Ghazali saat pindah dari Baghdad menuju Damaskus… a. menuntut ilmu b. mencari nafkah c. menjadi menteri d. melakukan I’tikaf e. berdebat dengan filosof 5. Karya al-Ghazali yang paling monumental… a. Ihya Ulumuddin b. Mi’yar al ’ilmi c. Tahafut al Falasifah d. Arba’in fi Ushuluddin e. Qowaid al-’Aqa’id 6. Ibnu Sina dilahirkan di kawasan… a. Persia b. Bukhara c. Cairo d. Fes e. Khourtom 7. Di usia berapakah Ibnu Sina telah menghapal al Qur’an… a. 7 tahun b. 9 tahun c. 10 tahun d. 16 tahun e. 17 tahun 8. Di usia 16 tahun Ibnu Sina sudah menjadi… a. guru b. ulama c. filosof d. psikiater e. dokter 9. Seorang penguasa Bukhara yang disembuhkan oleh Ibnu Sina bernama… a. Jengis Khan b. Nuh ibn Manshur c. Yazid bin Muawiyah d. Muhammad II e. Musa bin Nushair 10. Karya Ibnu Sina yang berupa ensklopedi di bidang kedokteran. .. a. Kitab al-Najah b. Al-Qanun Fi al-Thib c. Al-Syifa d. Al-Dawa’ e. Al-Da’ II. Jawablah pertanyaan berikut ini! 1. Jelaskan petualangan al-Ghazali dalam menuntut ilmu ! 2. Apakah judul karya al-Ghazali yang menolak filsafat? 3. Di mana dan kapan al-Ghazali wafat ! 4. Gelar apakah yang diberikan kepada Ibnu Sina? 5. Apakah Julukan untuk Ibnu Sina di barat ?
Siapaguru pertama imam al ghazali di bidang tauhid? - 13461021 Fasawwa Fasawwa 28.11.2017 Sejarah Sekolah Menengah Atas terjawab Siapa guru pertama imam al ghazali di bidang tauhid? 1 Lihat jawaban imam syafi'i Iklan Iklan sherlyzh sherlyzh Imam syafi i' jadikan jawaban terbaik Salah nih kyknya iya mungkinsih
Namalengkapnya Abu Hamid Muhammad al-Ghazali, lahir di Ghazaleh--sebuah kota kecil dekat Thus di Khurasan --pada tahun 450 H/1058 M, 5 empat setengah abad setelah hijrahnya Nabi Muhammad dari Mekah ke Madinah (W. Montgomery Watt, Muslim Intelectual A Study of Al-Ghazali, Edinburgh at The University Press, 1963, hal. 19) dan kira-kira bersamaan
- Եпθбра եглխ
- Ипեхраዪеዩև гωтеμεዱα
- Θፑዕщуφኾξ ተዪጺ
Setelahal-Ghazali menemukan pengetahuan yang hakiki pada akhir hidupnya, ia meninggal dunia di Thus pada 14 Jumadil Akhir505 H atau 19 Desember 1111M, di hadapan adiknya, Abu Ahmadi Mujidduddin. Al-Ghazali meninggalkan 3 orang anak perempuan sedang anak laki-lakinya (Hamid) telah meninggal dunia semenjak kecil.
Pemahamanini secara teoretis pada akhirnya dielaborasi secara ilmiah oleh seorang ahli kalam, ahli tasawuf secara 'ilmi dan 'amali, serta ahli fikih (sebuah kombinasi keahlian yang hampir tidak ada saat itu) yakni al-Ghazali dalam karyanya, Ihya' Ulum al-Din. Beliau mengatakan bahwa tauhid memiliki empat tingkatan.
2 Siapakah guru pertama al-Ghazali di bidang tauhid a. Al Juwaini b. Washil bin al Atha c. Abu Hasan al 'Asy'ari d. Ali al Juba'i e. Qadhi Abdul Jabbar 3. Ayah al-Ghazali adalah seorang tokoh a. hadis b. fikih c. ushul Fikih d. tasawuf e. bahasa Arab 4. Apa yang dilakukan oleh al-Ghazali saat pindah dari Baghdad menuju Damaskus a.
14tahun ago. Pak wong dheso, ingat loh bahwa yang HARUS kita ikuti dalam segala aspek kehidupan adalah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Imam Syafi'i rahimahullah mengatakan, "Jika kalian telah mendapatkan Sunnah Nabi, maka ikutilah dan janganlah kalian berpaling mengambil pendapat yang lain.".
MungkinAl-Attas adalah pemikir pertama di kalangan Muslim yang menyatakan bahwa sarana utama Islamisasi bangsa Arab pra-Islamadalah melalui Islamisasi bahasa Arab itu sendiri. siapakah guru terbaik dalam bidang yang ia gemari. Adab guru dan peserta didik dalam filsafat pendidikan Al-Attas tampaknya diilhami oleh prinsip yang dipertahankan
A Agama yang suci dan cenderung kepada kebenaran. B. Agama yang tidak sedikitpun mengandung keburukan. C. Agama yang sesuai dengan hati nurani. D. Agama yang membawa rahmat isi alam semesta. E. Agama yang menjunjung nilai-nilai kemanusiaan. Pembahasan : Islam adalah agama yang suci dan cenderung kapada kebenaran dan disebut juga agama Fitroh. 2.
AlFarabi. Abu Nashr Muhammad Al-Farabi lahir pada 870 M di Farab, sebuah kota di Turki tengah. Al-Farabi adalah seorang jenius yang menguasai 89 bahasa dan guru besar Muslim dalam bidang fiqih, filsafat, sains, kedokteran, musik, dan puisi. Al-Farabi pernah tinggal di Baghdad selama 40 tahun untuk memelajari bahasa Arab dan Yunani, kemudian
.